PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Pembangunan daerah tak boleh melulu berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyasar pembentukan karakter dan moral masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, saat menghadiri agenda strategis Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di Gereja Hosana Puruk Cahu, Jumat (9/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Heriyus mengajak seluruh jajaran GKE untuk memperkuat kerukunan antarumat, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya demi mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera.

“Gereja memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat, menanamkan nilai-nilai kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Heriyus.

Menurut Heriyus, peralihan kepemimpinan di struktur keagamaan merupakan momen krusial untuk menjaga kesinambungan pelayanan spiritual maupun sosial di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan filosofi Huma Betang—landasan adat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi kebersamaan dalam keberagaman—sebagai benteng kerukunan.

“Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita melalui sikap saling menghormati dan menghargai,” tegasnya.

Agenda yang berlangsung khidmat tersebut merangkai serah terima jabatan Ketua Majelis Resort GKE Puruk Cahu (ex officio Ketua Majelis Jemaat GKE Hosana Puruk Cahu) dari Pdt. Gudmar Untung kepada Pdt. Herlina I. Akar. Pada saat bersamaan, dilakukan pula pelantikan Pengurus Perwakilan Majelis Sinode GKE Kabupaten Murung Raya periode 2026–2031.

Atas nama Pemkab Murung Raya, Heriyus menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus terdahulu sekaligus mengajak jemaat mendukung kepemimpinan baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Gudmar Untung atas dedikasi dan pengabdiannya. Saya juga mengajak seluruh jemaat untuk mendukung dan mendoakan kepemimpinan Ibu Pdt. Herlina I. Akar agar program pelayanan dapat berjalan baik dan lancar,” tutur Heriyus.

(muslim)