​KALSEL LENTERAKALIMANTAN.NET

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel pada Oktober 2026 menembus angka 145,66 atau melonjak 4,00 persen dibanding September 2026. Penguatan tingkat kesejahteraan petani Banua ini dipicu oleh pertumbuhan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang jauh melampaui laju kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

​Statistisi Ahli Utama BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menjelaskan bahwa It gabungan naik sebesar 4,75 persen (dari 182,12 menjadi 190,76) ditopang oleh kenaikan di lima subsektor penyusunnya, dengan pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh subsektor tanaman hortikultura sebesar 8,92 persen.

​“Secara gabungan It naik sebesar 4,75 persen dibanding It September 2026, yaitu dari 182,12 menjadi 190,76. Naiknya It gabungan pada Oktober 2026 disebabkan oleh kenaikan It pada lima subsektor penyusunnya. Kenaikan It tertinggi terjadi pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 8,92 persen,” ujar Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Kamis (5/11/2026).

​Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya mengalami penyesuaian tipis sebesar 0,71 persen (dari 130,04 menjadi 130,97). Kenaikan Ib ini dipengaruhi oleh peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) sebesar 0,92 persen serta Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,09 persen, dengan kenaikan Ib terbesar terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,84 persen).

​Lompatan performa NTP ini menempatkan Kalimantan Selatan di posisi keempat secara nasional dalam hal persentase kenaikan NTP tertinggi pada Oktober 2026, di bawah Sulawesi Utara (6,09 persen) dari total 27 provinsi di Indonesia yang mencatatkan tren positif(mckalsel/lnk).