
PURUK CAHU LENTERAKALIMANTAN.NET Menghadapi ancaman puncak musim kemarau 2026, Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, menyerukan kepada seluruh Kepala Desa di 10 kecamatan untuk menempatkan kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai prioritas utama. Langkah pencegahan dinilai sangat krusial guna menghempang dampak turunan berupa krisis kesehatan dan kelumpuhan roda ekonomi masyarakat.
Rumiadi menegaskan bahwa dampaknya tak hanya merusak ekosistem, namun juga langsung menyerang kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil melalui paparan polusi udara dan ISPA.
“Karhutla bukan sekadar kebakaran lahan, ini ancaman sistemik. Keselamatan dan kesiapsiagaan desa adalah benteng pertama kita,” tegas Rumiadi, Jumat (22/8/2026).
Guna membangun ketahanan bencana di tingkat lokal, Ketua DPRD menekankan tiga pilar aksi utama bagi jajaran pemerintah desa:
Pencegahan Berbasis Komunitas: Membentuk Tim Siaga Desa untuk patroli rutin bersama TNI, Polri, dan BPBD, serta menyetop penuh edukasi pembukaan lahan dengan cara membakar.
Perlidungan Kesehatan Warga: Mengagendakan ketersediaan masker, obat-obatan, dan posko kesehatan di setiap lini wilayah desa.
Kemandirian Anggaran Darurat: Mengalokasikan secara bijak alokasi Dana Desa untuk operasional, alat pemadam sederhana, hingga genset pendukung.
“Terkait biaya operasional, sisihkan seperlunya anggaran Dana Desa untuk pengadaan perlengkapan dan peralatan. Jangan menunggu bencana datang baru mencari anggaran, itu sudah terlambat. Jika hutan kita terbakar hari ini, anak cucu kita yang membayar utangnya esok hari,” pungkas Rumiadij(muslim).

