
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Ruang kelas kerap redup bukan karena minimnya fasilitas, melainkan lantaran matinya cara penyampaian. Berangkat dari kesadaran tersebut, 102 guru dan pembina pramuka se-Kabupaten Murung Raya mengikuti Pelatihan Public Speaking “Guru dan Pembina Hebat Memukau 2026” di Aula Setda Gedung B Puruk Cahu, Senin, 21 September 2026.
Hadir sebagai pemateri kunci, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, menegaskan pentingnya penguasaan olah vokal dan penyampaian gagasan bagi para pendidik. Bekal latar belakangnya sebagai mantan presenter televisi profesional membuat politikus perempuan ini luwes mentransformasi forum birokrasi menjadi panggung interaktif.
“Kemampuan public speaking bukan sekadar teknik berbicara di depan umum. Ini adalah instrumen kepemimpinan. Seorang guru adalah komunikator utama peradaban,” ujar Dina saat membuka sesi pelatihan.
Menurut Dina, peran pendidik modern menuntut lebih dari sekadar transfer materi akademik. Pendidik dituntut mampu menyederhanakan materi rumit menjadi sajian yang memikat, sekaligus membangun kepercayaan diri peserta didik.
“Ketika seorang guru mampu berbicara dengan baik, ia tidak hanya mengajar, ia sedang membangun karakter dan motivasi anak-anak kita,” kata Dina. Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM pengajar merupakan pilar utama menuju visi ‘Murung Raya Emas’.
Ketua Panitia Pelaksana, Misran, menjelaskan agenda yang berlangsung selama dua hari (21–22 September 2026) ini diinisiasi secara mandiri lewat kolaborasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, dan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Murung Raya.
“Ini adalah gerakan kolektif yang diikuti 102 peserta dari berbagai wilayah Murung Raya. Tujuannya meningkatkan kompetensi komunikasi agar pembelajaran di sekolah lebih efektif, menarik, dan inovatif,” tutur Misran.
Di akhir pembukaan, Dina berpesan agar para peserta langsung menerapkan keterampilan yang didapat di lingkungan sekolah masing-masing.
“Saya berharap ilmu yang didapat tidak berhenti di aula ini. Bawa pulang, implementasikan di sekolah. Ciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis, memukau, dan membahagiakan,” ucap Dina.
Melalui pelatihan intensif ini, para pendidik diharapkan tidak sekadar membawa pulang sertifikat, melainkan juga teknik komunikasi yang presisi untuk menghidupkan kembali dinamika belajar di ruang kelas.

