lenterakkalimantan.net

tajam terpercaya

Rabu, 4 November 2026

Transformasi Digital dan Kemasan Modern: Kunci Pemkab Murung Raya Meningkatkan Ekonomi Keluarga

 

PALANGKA RAYA — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, menggenjot kemandirian ekonomi keluarga melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Langkah strategis ini difokuskan pada penguasaan pemasaran digital serta standarisasi kemasan produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Kebijakan tersebut diwujudkan lewat Pelatihan Penguatan Pemasaran dan Kemasan bagi Kelompok UPPKA Kabupaten Murung Raya yang digelar di Aula Balai Pelatihan dan Pengembangan (Ballatbang) Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya, Firman Prihatin, yang hadir mewakili Bupati Murung Raya Heriyus.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakannya, Bupati Heriyus melalui Firman Prihatin menegaskan bahwa kelompok UPPKA merupakan motor penggerak utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi tingkat akar rumput.

“Pemberdayaan ekonomi keluarga adalah kunci mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan berkualitas. Kelompok UPPKA adalah ujung tombak. Di tangan ibu-ibu UPPKA inilah ekonomi keluarga digerakkan, potensi lokal diolah, dan ketahanan keluarga diperkuat,” ujar Firman saat membacakan arahan Bupati.

Menurutnya, wilayah Murung Raya memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari kuliner khas Dayak, makanan olahan, hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Kendati demikian, tantangan utama yang dihadapi para pelaku usaha mikro saat ini bukan sekadar memproduksi barang berkualitas, melainkan bagaimana produk tersebut memiliki daya saing komersial yang tinggi.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, pelatihan ini menitikberatkan pada dua materi utama yang dinilai visioner dan aplikatif bagi pelaku usaha:

  1. Penguatan Pemasaran Digital (Digital Marketing): Para peserta dibekali strategi promosi efektif menggunakan media sosial, marketplace, serta platform digital lainnya agar jangkauan pasar produk lokal dapat meluas dari Puruk Cahu hingga kancah nasional.

  2. Standardisasi Kemasan Modern: Peserta diajarkan teknik pengemasan produk yang higienis, menarik, dan aman. Aspek kelengkapan informasi seperti label komposisi, masa kedaluwarsa, hingga perizinan PIRT dan sertifikasi halal turut menjadi penekanan demi mendongkrak kepercayaan konsumen.

Pemerintah daerah memastikan program ini tidak berhenti sebatas seremonial pelatihan di dalam ruangan. Pemkab Murung Raya berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan, memperluas akses pasar, serta membuka kemitraan strategis dengan ritel modern.

“Jangan hanya pintar di pelatihan. Setelah ini, kemasan harus berubah, cara jualan harus berubah. Kita akan kawal dengan pendampingan berkelanjutan, kolaborasi lintas perangkat daerah, perluasan akses pasar, dan membuka kemitraan dengan ritel modern,” tegas Firman.

Melalui sinergi di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, pemberdayaan perempuan melalui UPPKA diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Harapannya, peningkatan kapasitas ini dapat mendongkrak pendapatan rumah tangga secara signifikan sekaligus memperkokoh kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di Kabupaten Murung Raya.

(Muslim)

 

Reporter: Pemimpin Redaksi