BANJARMASINLENTERAKALIMANTAN.NET-

Sebuah insiden kemanusiaan mewarnai aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin memimpin langsung evakuasi seorang peserta aksi yang pingsan di tengah desakan massa yang berusaha menembus barikade pengamanan.

Kejadian bermula ketika dinamika massa di garis depan memuncak. Korban, yang berdiri di barisan paling depan, terhimpit di antara pagar gedung parlemen dan dorongan sesama peserta aksi. Setelah berhasil keluar dari kerumunan, mahasiswa tersebut sempat terduduk lemas di tepi jalan sebelum akhirnya terbaring tak sadarkan diri akibat mengalami sesak napas.

Melihat kondisi darurat tersebut, Kombes Pol Riza Muttaqin bergerak cepat menghampiri korban untuk memberikan pertolongan pertama. Namun, upaya evakuasi sempat mendapat penolakan dari sesama rekan mahasiswa saat ambulans milik Polri dikerahkan.

“Saya memanggil ambulans milik Polri yang sudah standby agar segera dibawa ke rumah sakit. Awalnya hal itu ditolak oleh kawan-kawan mahasiswa,” ujar Riza saat ditemui usai pengamanan aksi di depan Gedung DPRD Kalsel, Kamis (20/8/2026).

Penolakan tersebut akhirnya melunak setelah kepolisian melakukan pendekatan persuasif. “Saya meyakinkan bahwa hal ini berkaitan dengan urusan kemanusiaan, akhirnya mereka menerima pertolongan dari kami,” kata Alumni Perwira Menengah Polri 2003 tersebut.

Bersama tim Dokkes Polresta Banjarmasin dan beberapa mahasiswa, Kapolresta turut menggotong korban ke dalam mobil ambulans menuju fasilitas medis. Berdasarkan hasil diagnosis awal tim Dokkes, korban diketahui dalam kondisi kurang sehat sebelum aksi dan mengalami sesak napas akibat tekanan fisik dari dorongan massa. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi mahasiswa tersebut dilaporkan telah siuman.

Langkah humanis ini disebut Riza sebagai wujud nyata komitmen kepolisian dalam mengayomi masyarakat, termasuk para demonstran yang sedang menyuarakan aspirasi.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan, dan memberikan pelayanan, termasuk kepada peserta aksi,” tegas Riza.

Secara umum, aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kalsel tersebut awalnya berlangsung kondusif. Meski sempat terjadi peningkatan ketegangan akibat dorongan massa ke arah pagar pengaman, situasi berhasil dikendalikan hingga mahasiswa membubarkan diri secara tertib.