
BALANGAN — LENTERAKALIMANTAN.NET
Kepolisian Resor (Polres) Balangan menyalurkan bantuan bibit jagung kepada Kelompok Tani Bintang Anglai di Desa Dayak Pitap dan sejumlah petani mandiri di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Rabu (7/10/2026) siang. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk pembinaan sekaligus dorongan nyata untuk memulihkan produktivitas pertanian warga setempat yang sempat terpuruk akibat cuaca ekstrem.
Inisiatif pendampingan ini difokuskan pada sektor tanaman pangan guna memperkuat ketersediaan pangan daerah sekaligus merekatkan hubungan antara aparat kepolisian dan komunitas petani lokal. Dalam pelaksanaannya di lapangan, jajaran Polsek Awayan berperan aktif membagikan bantuan bibit serta melakukan pengawasan langsung kepada masyarakat binaan.
Kapolsek Awayan Ipda Lulus Pribadi mengungkapkan, program pendampingan bagi para petani jagung di wilayah hukumnya sebenarnya telah berjalan bergulir sejak pertengahan 2025. Langkah tersebut diambil usai jajarannya melihat langsung dampak buruk musim kemarau panjang yang memicu gelombang gagal panen di kalangan petani setempat.
“Pembinaan kelompok tani, khususnya petani jagung, ini sudah kami lakukan sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Melihat kesusahan petani dengan adanya kemarau panjang sehingga mengakibatkan gagal panen, Polsek Awayan berinisiatif membantu bibit dan obat bagi mereka,” ujar Ipda Lulus Pribadi, Rabu (7/10/2026).
Lulus berharap suntikan bantuan bibit dan obat-obatan tanaman ini mampu memicu geliat para petani untuk kembali mengolah lahan mereka yang sempat terbengkalai. Selain meningkatkan volume produksi harian, program ini ditargetkan dapat menjaga stabilitas usaha tani warga dalam jangka panjang.
Di samping pemenuhan logistik pertanian, pembinaan berkala ini dirancang sebagai sarana komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu melecut motivasi para petani mandiri maupun kelompok tani dalam memanfaatkan potensi lahan secara optimal.
Langkah sosial Polres Balangan ini sekaligus menegaskan porsi peran kepolisian yang tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga menyasar aspek ketahanan pangan dan penguatan ekonomi warga di tingkat tapak.

