Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Johansyah, SE., MIP.,
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar di Kabupaten Murung Raya dinilai menunjukkan kemajuan signifikan. Kendati demikian, pilar utama keberlanjutan ekonomi daerah kini bertumpu pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya generasi muda dalam menguasai pasar digital.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Johansyah, SE., MIP., menegaskan pentingnya akselerasi kemampuan digital bagi para pemuda dan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara nasional.
“Sinergi antar-instansi pemerintah daerah sudah berjalan baik. Kini kuncinya ada pada peningkatan kualitas SDM, terutama generasi muda, agar mampu menguasai pemasaran digital,” kata Johansyah, Senin, 12 Oktober 2026.
Politikus Fraksi PPP tersebut mengapresiasi pemerataan pembangunan di Bumi Tira Tangka Balang yang kini mulai menjangkau pelosok desa. Menurutnya, dampak pembangunan nyata dirasakan masyarakat melalui:
-
Peningkatan kualitas jalan lingkungan.
-
Perluasan jaringan listrik desa.
-
Penambahan jaringan distribusi air bersih PDAM.
-
Penguatan sektor unggulan: pertanian, peternakan, dan pariwisata daerah.
Kendati infrastruktur fisik dan program pemberdayaan ekonomi berjalan tepat sasaran, Johansyah menilai penetrasi pasar digital menjadi syarat mutlak agar produk lokal Murung Raya tidak hanya bertahan di ranah domestik.
“Pelatihan digital marketing ini sangat penting. Agar pelaku usaha lokal di Murung Raya mampu terus berkembang, memiliki daya saing kuat di era digital, dan tercipta peluang usaha mandiri yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor perekonomian, Johansyah memastikan lembaga legislatif akan terus mengawal dan mendorong kerja sama strategis bersama dinas-dinas terkait. Langkah ini difokuskan pada penyusunan program pelatihan kapasitas digital yang terarah, masif, dan berkelanjutan.
“Untuk mendukung kemandirian ekonomi, kita akan terus dorong sinergi dengan dinas terkait. Target kita jelas: pelaku usaha lokal harus naik kelas dan mampu bersaing di pasar digital nasional,” pungkas Johansyah.
Ia berharap pelatihan berbasis digital ke depan dapat melibatkan partisipasi anak muda secara lebih luas. Hal ini dinilai krusial untuk mencetak generasi penerus yang terampil sekaligus menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah.


