BANJARBARULENTERAKALIMANTAN.NET-

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperketat pengawasan distribusi pasokan pangan untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayahnya. Langkah ini diambil setelah ditemukannya lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) komoditas beras premium sebesar 6,60 persen di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Rusma Khazairin, usai mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (21/9/2026).

“Secara umum, ketersediaan dan harga bahan pokok di Kalsel relatif aman serta terkendali. Namun, dinamika di Kabupaten HSS perlu mendapat perhatian khusus karena ada kenaikan IPH pada komoditas beras premium,” ujar Rusma.

Ia mengimbau Pemerintah Kabupaten HSS bersama Perum Bulog segera melakukan intervensi pasar guna menekan kenaikan harga tersebut agar tidak meluas ke komoditas lain. Rusma juga menekankan pentingnya pengawasan alur distribusi pangan secara konsisten.

“Kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus terus digencarkan. Dengan koordinasi dan pemantauan distribusi yang presisi, tingkat inflasi daerah dapat kita pertahankan di level stabil,” tegasnya.

Rakor nasional tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol. Tomsi Tohir, serta diikuti oleh jajaran Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan Forkopimda dari seluruh Indonesia. Selain penanganan inflasi, pertemuan virtual ini mengevaluasi kesiapan serta dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan Program 3 Juta Rumah.

Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk segera menindaklanjuti poin-poin krusial hasil rapat. “Pemerintah daerah wajib mengambil langkah konkret, baik dalam menjaga keterjangkauan harga pangan maupun merealisasikan dukungan untuk program perumahan nasional,” tegas Tomsi.

(Adpim/Lenka)