PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET Jangan jadikan Bumi Tira Tangka Balang sebagai kasino. Jangan korbankan kualitas pembangunan demi keuntungan sebesar-besarnya.

Peringatan tajam itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor, S.Sos,  kepada OPD Perangkat Daerah dari kabupaten kota hingga Pemangku Kepentingan di tingkat Desa pedalaman.

“Jangan sampai lantaran menginginkan keuntungan yang besar, hingga merusak kualitas pembangunan, baik infrastruktur maupun pembangunan lainnya,” tegas Rejikinoor.

Bagi Rejikinoor, persoalan pembangunan hari ini bukan sekadar soal anggaran dan proyek. Persoalannya adalah niat. Jika niat sudah kotor oleh keserakahan, maka hasil pembangunan pun akan rapuh, meski dibungkus dengan laporan yang rapi.

Karena itu, ia mengajak OPD Perangkat Daerah dari kabupaten kota hingga Pemangku Kepentingan di tingkat Desa pedalaman untuk membersihkan diri dengan niat yang suci, perbuatan yang teruji dan terpuji, hati yang jernih, dan pikiran yang positif.

Ajakan itu bukan sekadar imbauan moral. Ia adalah kritik yang bijak: bahwa pengabdian yang baru seumur jagung, jangan sampai dibebani ambisi yang besar dan cara berpikir yang transaksional.

“Jangan sampai demi keserakahan manusia yang saat ini baru mengabdi diri, namun membawa ambisi yang besar. Tidak ada istilah dalam perumpamaan yang disebut dengan berkorban sekecil-kecilnya demi meraih keuntungan yang sebesar-besarnya,” ujar Rejikinoor.

Rejikinoor mengingatkan, Bumi Tana Malai Tolung Lingu didirikan oleh para tokoh Dayak yang berpikir cemerlang. Mereka mampu berperang melawan ketidakadilan, menjaga halal, dan menjaga kelestarian alam dengan niat yang mulia, tulus, ikhlas, suci lahir dan batin.

Perbuatan yang terpuji, lanjutnya, adalah perbuatan yang tidak hanya benar di hadapan manusia, tetapi juga benar di hadapan Tuhan. Perbuatan yang tidak merugikan orang lain, tidak merusak alam, dan tidak mengkhianati amanah rakyat.

Inilah yang membedakan pengabdi sejati dengan pemburu keuntungan. Pengabdi bekerja dengan hati yang bersih. Pemburu keuntungan bekerja dengan kalkulasi imbalan.

Ia menegaskan, Bumi Tira Tangka Balang ini jangan sekali-kali disamakan dengan kasino, tempat bermain judi yang berharap di setiap perbuatan selalu mengharapkan imbalan yang  lebih.

Rejikinoor mengajak para pemimpin, OPD Perangkat Daerah dari kabupaten kota hingga Pemangku Kepentingan di tingkat Desa pedalaman untuk kembali kepada nilai-nilai luhur para pendahulu: jujur, menjaga alam, menjaga halal, dan bekerja dengan hati yang bersih demi kesejahteraan bersama.

Pembangunan yang baik, menurutnya, harus lahir dari niat yang suci, pengabdian yang tulus, dan perbuatan yang terpuji. Bukan dari ambisi pribadi, bukan dari keserakahan, dan bukan dari kepentingan sesaat.

Ia menutup pesannya dengan ajakan untuk senantiasa menjaga halal dan menghindari perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dengan niat yang suci, perbuatan yang teruji dan terpuji, serta hati yang jernih, Murung Raya diyakini akan tumbuh menjadi daerah yang maju, bermartabat, dan diberkahi.

(Muslim)