
MURUNG RAYA — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali mengintai Kabupaten Murung Raya seiring dimulainya musim kemarau. Menanggapi tradisi berladang dengan metode pembakaran yang masih melekat pada petani pegunungan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu, Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi, mengimbau para petani untuk ekstra waspada dan bertanggung jawab agar pembukaan lahan tidak memicu bencana alam.
“Tidak ada pilihan lain terkecuali membakar lahan yang sudah menjadi kebiasaan setiap petani pegunungan. Masyarakat tani tetap harus bertani untuk menyambung hidup,” ujar Rumiadi saat memberikan arahan antisipasi bencana di Murung Raya.
Guna mengantisipasi lidah api menjalar ke kawasan hutan maupun perkebunan warga sekitar, Rumiadi menegaskan pentingnya pembuatan sekat bakar atau batas lahan yang memadai sebelum proses pembakaran dimulai.
Selain persiapan fisik di lapangan, langkah administratif berupa koordinasi dengan pihak berwenang di tingkat lokal juga dinilai mutlak dilakukan.
“Sebelum membakar hendaklah melaporkan ke pihak berwenang seperti Pemerintah Desa dan pihak BPBD Siaga Bencana,” tegas Rumiadi, menambahkan bahwa skema pelaporan awal ini vital agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi jika situasi membahayakan.
Peringatan ini disampaikan bukan tanpa alasan. Berdasarkan data prakiraan cuaca, puncak musim panas dan kemarau di wilayah Murung Raya diproyeksikan terjadi pada Agustus hingga September. Pada rentang waktu tersebut, tingkat kekeringan vegetasi meningkat drastis, sehingga memicu kerentanan karhutla yang jauh lebih tinggi.
Oleh karena itu, Lembaga Legislatif Murung Raya mendorong terbentuknya sinergi lintas sektor—mulai dari petani, pemerintah desa, BPBD, hingga aparat TNI dan Polri—guna mengawal kewaspadaan bersama.
“Kita hormati tradisi bertani masyarakat. Tapi mari kita lakukan dengan cara yang aman. Jangan sampai niat membuka lahan justru merugikan orang lain dan merusak lingkungan,” pungkas Rumiadi.
Melalui imbauan ini, DPRD Murung Raya berharap kegiatan ekonomi sektor pertanian tetap berjalan lancar tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan serta keselamatan warga.











