BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan untuk menekan harga sekaligus menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah kenaikan sejumlah komoditas.

Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 itu berlangsung di halaman Kios Pangan Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/8/2026). Warga terlihat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman mengatakan GPM merupakan program rutin yang didukung pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional. Selain menjaga keterjangkauan harga, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pemasaran bagi pelaku UMKM.

“Gerakan pangan murah ini selain menyediakan sembako dan sembilan bahan pokok dengan harga yang diturunkan, kami juga melibatkan para pelaku UMKM. Ini sangat membantu UMKM karena kegiatan seperti ini sudah menjadi pasar rutin,” ujar Syamsir.

Dalam GPM tersebut, DPKP Kalsel menggandeng Perum Bulog untuk menyediakan beras dan minyak goreng. Sejumlah komoditas lain yang tersedia antara lain telur, ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, gula dan berbagai jenis sayuran.

Di tengah pelaksanaan GPM, Syamsir turut menyoroti kenaikan harga daging ayam. Harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram kini mencapai sekitar Rp48 ribu per kilogram.

“Kondisi ini perlu kita cermati. Ayam yang dijual saat ini ukurannya cukup besar, sementara ayam yang lebih kecil harganya masih bertahan,” jelasnya.

Menurut Syamsir, GPM menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya saat sejumlah wilayah Kalsel menghadapi kondisi kemarau.

Ia memastikan ketersediaan bahan pangan di Kalsel masih relatif aman. Pemerintah juga menyiapkan percepatan penanaman kembali ketika curah hujan mulai meningkat.

“Kita tidak boleh diam. Ketersediaan pangan Kalimantan Selatan cukup terjaga. Ketika hujan sudah turun, kita akan mempercepat tanam kembali. Mudah-mudahan para petani siap melakukan penanaman,” katanya.

Pada kondisi kemarau, aktivitas penanaman belum dapat dilakukan secara masif karena keterbatasan air. Namun, sebagian petani masih dapat menanam dengan memanfaatkan sumber air seperti sumur bor, sumur pantek dan sungai.

Syamsir juga mengingatkan petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta pembukaan lahan dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang telah tersedia.

“Kami sarankan kepada para petani, ketika membuka lahan jangan dilakukan dengan membakar. Gunakan cara manual. Alat kita sudah banyak untuk pengelolaan lahan, jadi tidak boleh lagi dibakar,” tegasnya.

Bagi masyarakat, GPM memberikan keuntungan karena sejumlah kebutuhan rumah tangga dijual di bawah harga pasar.

Lita, warga Banjarbaru Utara, mengaku membeli berbagai kebutuhan seperti telur, beras, minyak, gula dan sayuran. Ia menyebut harga telur yang biasanya Rp25 ribu turun menjadi Rp23 ribu.

“Saya belanja banyak sekali macam-macamnya, termasuk telur. Harganya di bawah harga pasar, yang biasanya Rp25 ribu sekarang menjadi Rp23 ribu. Sayuran juga murah, sekitar Rp5 ribu per ikat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa semakin sering digelar karena harga sejumlah kebutuhan pokok dan sayuran sedang mengalami kenaikan.

“Kalau ada pengumuman pasar murah, saya pasti datang untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Harapannya semakin sering diadakan seperti ini, karena harga-harga di pasar memang sedang melonjak,” tuturnya(mckalsel/lnk).