BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polda Kalimantan Selatan bersama tim gabungan lintas daerah berhasil mengidentifikasi enam jenazah tambahan korban tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin. Dengan pemutakhiran data ini, total korban yang teridentifikasi secara resmi mencapai 69 orang.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Kalsel bersama Kabid Dokkes Polda Kalsel pada Selasa, 6 Oktober 2026. Turut hadir perwakilan Kapolsek Banjarmasin Timur, Basarnas, PT Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, dan manajemen KM Virgo Transport 8.

Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Much. Sofwan, Sp.OT (K) Spine., MARS, menjelaskan penentuan identitas korban dilakukan melalui pencocokan data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM). Proses identifikasi ini melibat pakar lintas instansi, mencakup Tim DVI Polda Jatim, Polda Jabar, Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Kalsel, hingga Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel.

“Tim mencocokkan data menggunakan analisis tes DNA, pemeriksaan medis gigi, rekaman sidik jari, ciri medis spesifik, serta properti pribadi yang melekat pada tubuh korban,” ujar Sofwan.

Secara kumulatif, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah menerima 82 kantong jenazah sejak gelombang penerimaan pertama pada 14 September 2026 hingga penyerahan terakhir pada 5 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 jenazah masih menjalani proses verifikasi dan pencocokan data medis oleh tim ahli.

Adapun rincian identitas enam jenazah yang berhasil teridentifikasi pada pemutakhiran data Selasa (6/10/2026) meliputi:

  • Edi Setiyono (59 tahun), warga Batang, Jawa Tengah.

  • Windianto (41 tahun), warga Banyumas, Jawa Tengah.

  • Rahmat Dani (31 tahun), warga Tangerang, Banten.

  • Suroso (40 tahun), warga Pamekasan, Jawa Timur.

  • Soni Marta Andika (41 tahun), warga Banyuwangi, Jawa Timur.

  • Sri Wahyono (53 tahun), warga Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pihak DVI Polda Kalsel mengimbau pihak keluarga yang merasa kehilangan kerabat untuk terus berkoordinasi dan melengkapi data pendukung demi mempercepat identifikasi 13 jenazah sisanya.