
PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Potensi pariwisata yang berada persis di depan mata Kabupaten Murung Raya terancam mati suri jika pemerintah daerah terus membiarkannya tanpa pengelolaan profesional. Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Gerindra, Sutrisno, S.T., mendesak Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk tidak menyia-nyiakan aset wisata alam unggulan yang berlokasi tak jauh dari jantung ibu kota Puruk Cahu tersebut.
Sutrisno menyoroti dua destinasi utama yang dinilai memiliki magnet ekonomi tinggi, yakni Wisata Pasir Putih di Desa Danau Usung dan Air Terjun Tosah di Desa Muara Jaan, Kecamatan Murung. Meski selalu diserbu pengunjung setiap akhir pekan dan hari libur nasional, kedua objek wisata tersebut dinilai masih minim sentuhan fasilitas pendukung.
“Kami mendukung wisata Pasir Putih agar terus dikelola dan dikembangkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah. Termasuk juga wisata Air Terjun Tosah yang perlu mendapat perhatian karena cukup ramai dikunjungi masyarakat ketika hari besar,” ujar Sutrisno kepada wartawan, Jumat (4/10/2026).
Menurut Politikus Partai Gerindra ini, Murung Raya sejatinya tidak kekurangan pesona alam. Masalah utamanya terletak pada komitmen dan kemauan politik (political will) pemerintah dalam mengeksekusi potensi tersebut menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penopang kesejahteraan warga setempat.
Dari hasil peninjauan langsung ke lapangan, Anggota Komisi III DPRD Murung Raya ini menilai keunggulan utama Wisata Pasir Putih dan Air Terjun Tosah terletak pada lokasinya yang strategis dan relatif mudah dijangkau dari Puruk Cahu. Keindahan panorama yang masih alami dan eksotis menjadi daya tarik utama bagi wisatawan modern.
“Selain menjaga keindahan alam, dinas terkait perlu menambah fasilitas dan mempercantik kawasan wisata sehingga semakin menarik wisatawan untuk datang ke daerah kita. Kami berharap semangat pengembangan pariwisata ini jangan sampai luntur,” tegas Sutrisno.
Sutrisno menekankan pembenahan infrastruktur dasar menjadi syarat mutlak jika Pemkab ingin menjadikan kedua tempat ini sebagai ikon baru daerah. Pembenahan tersebut mencakup pembangunan gazebo, penyediaan toilet bersih, pengaspalan akses jalan, penyediaan spot foto, hingga jaminan sistem pengamanan kawasan.
Pengelolaan kawasan wisata yang profesional diproyeksikan akan memicu efek domino (multiplier effect) terhadap roda perekonomian masyarakat sekitar.
“Kalau wisata hidup, UMKM hidup. Warung warga laku, parkir jalan, kerajinan laku, anak muda bisa jadi guide wisata. Ini efek domino ekonomi yang harus kita tangkap,” tutur anggota dewan yang membidangi sektor pariwisata, pertanian, perindustrian, dan perdagangan tersebut.
Ia menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus, S.E. dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin agar sektor pariwisata tidak sekadar dijadikan program pelengkap, melainkan ditransformasikan menjadi pilar utama pendapatan daerah.
“Kedua wisata itu pernah kami kunjungi dan melihat langsung keberadaan serta keindahan alamnya. Potensinya sangat besar untuk meningkatkan pendapatan daerah karena cukup ramai dikunjungi. Apalagi Air Terjun Tosah, apabila dikelola dengan baik dan dilengkapi sarana serta prasarana yang memadai, tentu akan semakin banyak masyarakat yang datang,” kata Sutrisno menutup keterangannya.
(Muslim)

