BANJARMASIN, LENTERAKALIMANTAN.NET —

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Kota Banjarmasin, Kamis, 22 Oktober 2026. Aksi gabungan yang diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel dan Aliansi Masyarakat Melawan tersebut menyuarakan tuntutan krusial terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sekaligus mendesak pemerintah agar menetapkannya sebagai bencana nasional.

Guna memastikan situasi tetap kondusif, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., turun langsung ke lapangan. Orang nomor satu di Polda Kalsel tersebut memimpin jalannya pengamanan sekaligus membuka ruang dialog langsung untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para massa aksi.

Kepala Bidang Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mewakili Kapolda Kalsel, menjelaskan penyiagaan ratusan personel tersebut bertujuan untuk menjamin seluruh rangkaian penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman dan tertib.

“Kita kerahkan ratusan personel. Kemudian yang kita amankan ini di antaranya objek yang ada di gedung DPRD Kalsel, masyarakat sekitar, dan para peserta aksi itu sendiri agar kegiatan berjalan aman,” ujar Nur Khamid, Kamis, 22 Oktober 2026.

Nur Khamid menegaskan pola pengamanan di lapangan mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis. Seluruh personel yang bertugas diinstruksikan untuk selalu mengedepankan dialog interaktif serta tidak mudah terprovokasi oleh dinamika di lapangan.

Di saat yang sama, pihak kepolisian juga mengimbau massa aksi agar tetap menjaga ketertiban umum dan mematuhi koridor hukum selama menyuarakan tuntutan mereka.

“Kami imbau peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, sampaikan aspirasi dengan santun dan sesuai aturan yang berlaku. Polri hadir untuk memastikan semua pihak terlindungi,” kata Kabid Humas menegaskan.