PURUK CAHU LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya menyepakati langkah strategis terpadu dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap. Sinergi ini difokuskan pada penguatan pencegahan sekaligus pemberian perlindungan dasar bagi masyarakat terdampak.
Kesepahaman tersebut mengemuka dalam diskusi antara Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, S.E., dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., di Puruk Cahu. Kedua pihak menekankan penanggulangan bencana tidak hanya bertumpu pada aksi pemadaman di lapangan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan mendasar warga.
Bupati Heriyus Midel Yoseph menegaskan Pemkab Murung Raya memprioritaskan langkah pencegahan melalui edukasi publik, patroli terpadu, serta pemetaan wilayah rawan. Di samping itu, jajaran pemerintah daerah disiagakan untuk menjamin ketersediaan pasokan air bersih, masker, logistik medis, dan fasilitas oksigen bagi warga.
“Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan menyangkut kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Negara harus hadir tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga melindungi rakyat dari dampaknya,” ujar Heriyus.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, H. Johansyah, menyatakan kesiapan lembaga legislatif dalam mengawal pengalokasian anggaran serta pengawasan program agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di kawasan terpencil.
Melalui komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif ini, Kabupaten Murung Raya diarahkan untuk meningkatkan ketangguhan daerah dalam mengantisipasi risiko bencana ekologis serta menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
(Muslim)


