
LAUNG TUHUP, LENTERAKALIMANTAN.NET— Infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan dan minimnya fasilitas publik bagi generasi muda di pelosok Murung Raya kembali mengemuka. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, mendapati dua persoalan krusial tersebut saat menyerap aspirasi warga dalam Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Desa Muara Maruwei II, Kecamatan Laung Tuhup, Kalimantan Tengah, Jumat (18/9/2026).
Dalam dialog terbuka bersama jajaran Pemerintah Desa Muara Maruwei II, tokoh masyarakat, dan warga setempat, usulan mendesak berfokus pada pembenahan total fasilitas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Maruwei II. Peningkatan gedung dan sarana prasarana dinilai sudah sangat mendesak demi menjamin hak anak-anak desa atas ruang belajar yang aman, layak, dan bermartabat. Selain pendidikan, warga mendesak perbaikan lapangan desa agar dapat difungsikan sebagai pusat pembinaan karakter serta sarana penjaringan bibit atlet sejak dini.
Menanggapi keluhan mendasar tersebut, Dina Maulidah menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh masukan warga hingga masuk dalam skema prioritas anggaran Pemerintah Kabupaten Murung Raya.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan, olahraga adalah ruang tumbuhnya semangat dan prestasi. Kedua kebutuhan ini adalah hak dasar masyarakat. Kami di DPRD tidak hanya mencatat, tapi akan memperjuangkan dengan sungguh-sungguh agar mendapat perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Daerah,” ujar Dina di hadapan warga, Jumat (18/9/2026).
Dina menjelaskan seluruh usulan dari agenda reses ini akan dirangkum secara sistematis untuk dibahas dalam forum resmi legislatif. Selanjutnya, DPRD akan menyinergikan data tersebut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ia juga mengapresiasi keaktifan Kepala Desa Muara Maruwei II, Widodo, beserta seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan kondisi riil wilayah mereka secara tertib dan objektif.
“Ketika legislatif, eksekutif, dan masyarakat berjalan bersama dalam satu harmoni, pembangunan akan menemukan jalannya yang paling tepat. Dari Muara Maruwei II kita belajar, bahwa kemajuan besar selalu berawal dari keberanian menyuarakan harapan,” tutur Dina menutup dialog.

