BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan membidik perolehan 50 medali hingga akhir 2026. Target tersebut dikejar setelah atlet binaan Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOPDA) mengoleksi 41 medali dari berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

Salah satu agenda terdekat yakni Open Tournament Piala Panglima TNI di Jakarta pada 19–20 September 2026. Sekitar 12 atlet SPOPDA akan dikirim untuk menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan di level kompetitif.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel Asfia Urrahman mengatakan keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan menjadi bagian dari strategi pembinaan.

“Sebagian peserta akan diperkuat atlet Sentra Olahraga Pelajar Daerah, sekitar 12 orang,” ujar Asfia di Banjarmasin, Senin (14/9/2026).

Selain turnamen di Jakarta, Dispora Kalsel menyiapkan atlet dari sejumlah cabang olahraga untuk mengikuti kompetisi pada bulan berikutnya, antara lain gulat, tinju, loncat indah, dan angkat besi.

“Mudah-mudahan mereka bisa mendapatkan medali dan mengharumkan nama Kalsel. Itu harapan kami,” katanya.

Saat ini sekitar 130 atlet menjadi binaan Sentra Olahraga Dispora Kalsel. Dari jumlah tersebut, 41 medali telah diraih sepanjang berbagai kejuaraan.

Dengan masih adanya sejumlah agenda pertandingan hingga akhir tahun, Dispora optimistis target 50 medali dapat tercapai.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kita sudah mengumpulkan 41 medali. Dengan adanya beberapa keberangkatan lagi, mudah-mudahan bisa mencapai angka 50 medali,” harap Asfia.

Namun, pembinaan atlet menghadapi keterbatasan anggaran. Dari sekitar 130 atlet binaan, hanya sekitar 80 yang dapat diberangkatkan mengikuti kompetisi sepanjang tahun ini.

Asfia menilai raihan 41 medali tetap menjadi capaian positif mengingat tidak seluruh atlet memperoleh kesempatan bertanding.

“Alhamdulillah, sudah 41 medali. Kalau target bisa dibilang tercapai,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran juga berdampak pada program pembinaan 2027. Dari sekitar 130 atlet saat ini, kemampuan anggaran daerah diperkirakan hanya dapat menopang sekitar 60 atlet.

Dispora Kalsel akan melakukan evaluasi pada Desember 2026 dengan mempertimbangkan prestasi dan kondisi fisik atlet. Perolehan medali tidak menjadi satu-satunya indikator untuk menentukan atlet yang dipertahankan.

“Di bulan Desember nanti, dengan memperhitungkan hasil medali tahun 2026, kita juga melaksanakan kembali tes fisik. Dari hasil kedua item tersebut kita tentukan 60 atlet yang bertahan,” ungkapnya.

Pembinaan saat ini tersebar di sekitar 17 cabang olahraga. Dengan jumlah atlet yang lebih terbatas pada 2027, Dispora juga akan menata kembali pusat pelatihan agar pembinaan lebih efektif.

“Perhitungan kami paling tidak ada 12 titik pusat pelatihan. Nanti apakah terdiri dari 12 cabang olahraga atau bisa kurang, bahkan ada yang sama-sama dalam satu titik, itu tergantung hasil evaluasi kami di Desember,” pungkasnya(mckalsel/lnk).