Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Nisha Anggraeni

MURUNG RAYA – LENTERAKALIMANTAN.NET-

Ancaman eksploitasi dan kerusakan lingkungan hidup di Kabupaten Murung Raya kembali memicu alarm peringatan dari kalangan legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Nisha Anggraeni, mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat tata kelola lingkungan dan menjaga kelestarian kawasan hutan yang tersisa di kawasan tersebut.

Nisha menegaskan keberadaan lingkungan yang sehat—ditandai dengan kualitas udara yang bersih, ketersediaan air jernih, serta tutupan hutan yang lestari—merupakan fondasi paling mendasar bagi kualitas hidup warga. Menurutnya, kelestarian alam Murung Raya tidak semata-mata berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memegang peranan kunci dalam menopang keberlangsungan roda ekonomi dan identitas budaya masyarakat lokal.

Pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di daerah setempat, tegas Nisha, harus dievaluasi secara ketat dan dijalankan dengan prinsip keberlanjutan. Ia mengkritik praktik pemanfaatan SDA yang destruktif dan berpotensi mengorbankan fungsi ekologis demi keuntungan jangka pendek.

“Jika lingkungan kita sehat dan hutan kita asri, masyarakat akan hidup lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih sejahtera,” tegas Nisha saat menyampaikan keterangannya di Puruk Cahu.

Lebih lanjut, Nisha memperingatkan bahaya laten dari kerusakan hutan yang akan langsung menanggung dampak buruknya pada generasi mendatang. Ia pun menyerukan aksi kolaboratif yang melibatkan lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, pelaku dunia usaha, hingga elemen masyarakat akar rumput.

Aksi bersama tersebut mendesak untuk direalisasikan melalui serangkaian langkah konkret, seperti peningkatan pengawasan kebersihan lingkungan, gerakan reboisasi massal di lahan kritis, hingga penindakan serta pencegahan tegas terhadap segala bentuk praktik ilegal yang merusak ekosistem hutan Murung Raya.

(muslim)