BANJARBARULENTERAKALIMANTAN.NET-

Usai merampungkan serangkaian agenda pemerintahan sejak pagi, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin langsung menuju lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Selasa petang, 1 September 2026. Tiba di Posko Karhutla sekitar pukul 17.26 WITA, Muhidin memastikan strategi optimalisasi ketersediaan air dan pemompaan kanal berjalan efektif untuk memitigasi potensi kebakaran yang meluas.

Peninjauan lapangan ini difokuskan pada pengawasan pembasahan lahan seluas kurang lebih 167,68 hektare yang menjadi area intervensi prioritas. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, air secara konsisten dialirkan melalui kanal-kanal kecil guna mempertahankan kelembapan tanah di tengah fluktuasi debit air harian.

“Sore ini kami melakukan peninjauan langsung ke lapangan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. Alhamdulillah, di lokasi hutan lindung ini pembasahannya sangat bagus. Aliran air terus kita alirkan ke kanal-kanal kecil yang ada di kawasan sini,” ujar Muhidin di lokasi peninjauan.

Muhidin memaparkan bahwa teknis pembasahan memanfaatkan dinamika pasang surut air alami. Ketika debit air tinggi, relawan dikerahkan untuk memompa dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan irigasi kawasan tanpa mengganggu pasokan air baku dari Waduk Riam Kanan.

“Kalau siang airnya ada, malam airnya habis. Artinya, bila air di sini pasang, para relawan akan terus memompa untuk dialirkan ke irigasi di kawasan sini. Jadi meskipun ini kita terus pompa, ini tidak mengganggu debit air yang ada di Riam Kanan,” tuturnya.

Meski sistem rekayasa pembasahan dinilai berhasil menjaga area hutan lindung, Muhidin menginstruksikan seluruh personil gabungan agar tidak mengendurkan pengawasan. Ancaman munculnya titik api spontan masih tergolong tinggi di area rawan tersebut.

“Saya minta kepada para petugas supaya jangan lengah. Bila ada api harus gerak cepat memadamkan api supaya tidak meluas seperti di daerah lain,” tegas Muhidin.

Kerawanan tersebut dibuktikan secara langsung saat rombongan Gubernur menuju posko penanganan. Di tengah perjalanan, tim menemukan titik api aktif dan langsung melakukan pemadaman taktis di tempat bersama relawan sebelum melanjutkan peninjauan.

“Sebelum kami sampai ke sini ternyata di jalan kami menemukan titik api. Jadi, sebelum sampai ke sini kami melakukan pemadaman bersama para relawan,” katanya.

Operasi pemadaman dan pencegahan di kawasan Liang Anggang ini melibatkan sinergi lintas instansi, dipimpin oleh Dinas Kehutanan Kalsel bersama TNI Angkatan Laut, didukung BPBD Kalsel, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta ratusan relawan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur turut didampingi Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji dan Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.

Gubernur memilih bertahan di posko hingga malam hari untuk memberi dukungan moral kepada tim lapangan, serta melaksanakan ibadah salat bersama para petugas.

“Saya pun hingga malam dan salat di sini,” tuntasnya, seraya menyelipkan doa agar hujan intensitas tinggi segera turun di wilayah Kalimantan Selatan untuk mempercepat pemulihan ekosistem lahan basah tersebut. (Adpim/Lenka)