
BANJARMASIN LENTERAKALIMANTAN.NET Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan mengintensifkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menyusul tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data akumulatif periode Minggu ke-28 hingga Minggu ke-32 (hingga 22 Agustus 2026) mencatat total 36.196 kasus ISPA di seluruh Kalsel.
Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, memaparkan bahwa meski laju kenaikan grafik dari Minggu ke-31 ke Minggu ke-32 mulai melambat, pengawasan ketat tetap diberlakukan di seluruh fasilitas kesehatan.
“Laju peningkatan mulai melambat, namun kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Pemantauan surveilans tetap difokuskan bersama dinas kesehatan kabupaten/kota, terutama dalam memantau kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Rabu (26/8/2026).
Tiga wilayah utama—Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kab. Banjar—menyumbang 45,9% dari total laporan kasus pada Minggu ke-32. Diauddin menegaskan tingginya angka pelaporan dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan keaktifan faskes di daerah tersebut.Dinkes Kalsel telah menyiagakan ketersediaan obat-obatan, pasokan oksigen, perkuatan posko lapangan, hingga pembagian masker di sekolah dan pesantren. Masyarakat diimbau untuk mengenakan masker saat di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta segera melapor ke faskes terdekat jika mengalami gejala sesak napas(mckalsel/lnk).

