BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan mengganjar apresiasi bagi sejumlah pemerintah kabupaten yang berhasil mencatatkan capaian kinerja terbaik di sektor pertanian sepanjang 2026. Penyerahan penghargaan dipimpin oleh Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, yang diwakili Sekretaris Dinas, Saptono, saat Rapat Evaluasi Kinerja Dinas Kabupaten/Kota se-Kalsel di Banjarbaru, Rabu (4/11/2026).
Penghargaan diserahkan untuk tiga kategori utama:
- Produktivitas Padi Tertinggi: Kabupaten Hulu Sungai Utara (Juara 1), Hulu Sungai Selatan (Juara 2), dan Tabalong (Juara 3).
- Indeks Pertanaman (IP) Tertinggi: Kabupaten Balangan (Juara 1), Tanah Bumbu (Juara 2), dan Hulu Sungai Tengah (Juara 3).
- Indeks Ketahanan Pangan Tertinggi: Kabupaten Tabalong (Juara 1), Tapin (Juara 2), dan Balangan (Juara 3).
Sekretaris DPKP Kalsel, Saptono, menjelaskan bahwa pemberian motivasi ini difokuskan untuk memicu optimalisasi pemanfaatan lahan daerah agar rata-rata Indeks Pertanaman Banua dapat melompat dari posisi 1,5 menuju target skala 2,0.
“Kami ingin melihat bagaimana produksi dan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan, termasuk dari sisi serapan anggaran. Namun, bukan sekadar anggaran yang terserap, melainkan bagaimana kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani,” ujar Saptono, Rabu (4/11/2026).
Saptono mengungkapkan, proyeksi produksi padi Kalsel 2026 berdasarkan rilis Kerangka Sampel Area (KSA) BPS terkoreksi ke angka 1,113 juta ton dari capaian 1,179 juta ton pada 2025 akibat dampak kemarau panjang dan puso. Menghadapi tantangan iklim tersebut, DPKP Kalsel makin mengintensifkan evaluasi penyerapan anggaran, percepatan jadwal tanam, serta penguatan sinergi ketahanan pangan bersama seluruh kabupaten/kota se-Banua(mckalsel/lnk).


