
Kabupaten Berau: LENTERAKALIMANTAN.NET
Malam kelabu menyelimuti kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Jalan H.A.R.M. Ayoeb, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Rabu (4/11/2026). Sembilan belas detik setelah gelap gulita menyusul pemadaman listrik, lidah api mendadak melahap puluhan lapak pedagang tanpa ampun.
Insiden yang terjadi tepat pukul 19.00 WITA tersebut nyaris meratakan seluruh area belakang pasar. Berdasarkan pendataan awal kepolisian, sebanyak 29 unit warung makan serta dua unit rumah warga berkonfigurasi empat pintu hangus menjadi arang dalam tempo kurang dari satu jam.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengungkapkan kemunculan api terdeteksi seketika setelah pasokan listrik di kawasan tersebut terputus. Material bangunan yang didominasi papan kayu membuat api menjalar dengan kecepatan tinggi.
“Peristiwa kebakaran ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. Berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi di lokasi, api mendadak muncul dari salah satu warung makan di bagian belakang pasar tepat setelah terjadi pemadaman aliran listrik,” ujar Suradi, Rabu malam.
“Bangunan warung sebagian besar terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar. Hal tersebut membuat si jago merah dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya, hingga menjalar ke dua unit rumah empat pintu milik warga yang posisinya berdekatan di seberang pasar,” imbuhnya.
Kepulan asap pekat yang membumbung tinggi segera memicu kepanikan warga sekitar. Sejumlah pedagang sempat berupaya memadamkan titik api awal menggunakan peralatan seadanya sebelum armada penanggulangan tiba di lokasi.
Tepat pukul 19.10 WITA, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau bersama unsur pengamanan bergerak masuk ke titik inti. Sebanyak delapan unit mobil pemadam dikerahkan berkolaborasi dengan satu unit kendaraan taktis water cannon milik Sat Brimob Kompi III Batalyon C.
Kepungan air dari berbagai sisi akhirnya berhasil menjinakkan amukan api secara total pada pukul 20.00 WITA, atau satu jam setelah laporan darurat diterima.
Di tengah kerugian fisik yang masif, aparat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa nahas ini. Kendati demikian, kalkulasi kerugian finansial yang dialami puluhan kepala keluarga pemilik usaha masih belum dapat dipastikan.
“Alhamdulillah, untuk korban jiwa dipastikan nihil. Namun, dampak kerusakan material mencakup 29 unit warung makan di area belakang pasar serta dua unit rumah warga yang terdiri dari empat pintu. Untuk total nilai kerugian material saat ini masih belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap inventarisasi,” jelas Suradi.
Pascapemadaman, kepolisian langsung memasang garis polisi (police line) di sekeliling reruntuhan bangunan guna sterilisasi area. Personel Piket Siaga Sat Intelkam Polres Berau bersama Unit Intelkam Polsek Teluk Bayur kini tengah menginventarisasi identitas para korban terdampak serta berkoordinasi intensif dengan pengelola Pasar SAD.
Penyelidikan mendalam guna memastikan titik awal pemicu korsleting listrik masih berjalan di bawah kendali aparat penegak hukum.
Jurnalis: M.Shaa
Editor: Admin


