​BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan menggembleng tata kelola penyaluran sarana produksi perikanan melalui kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan Tahun 2027 di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong. Langkah ini ditempuh guna menjamin skema subsidi pemerintah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

​Kegiatan ini memokuskan pada validasi data kebutuhan riil di lapangan bagi para pembudidaya ikan sebagai landasan pengusulan alokasi pupuk bersubsidi periode mendatang.

​Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, menegaskan bahwa akurasi perencanaan menjadi kunci utama dalam menopang keberlanjutan usaha budidaya serta menekan biaya produksi para petambak dan pembudidaya di Banua.

​“Perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi harus dilakukan secara cermat, transparan, dan berdasarkan data yang valid. Kami ingin memastikan setiap usulan benar-benar mencerminkan kebutuhan pembudidaya ikan sehingga program subsidi pemerintah dapat memberikan manfaat secara optimal dan tepat sasaran,” tegas Rusdi Hartono, Selasa (3/11/2026).

​Rusdi menambahkan, tahapan pendataan serta pemutakhiran data kebutuhan pupuk bersubsidi sektor perikanan ini dijadwalkan berlangsung dari 26 Oktober hingga 13 November 2026.

​Dislautkan Kalsel menginstruksikan seluruh kelompok pembudidaya ikan bersama para penyuluh lapangan untuk memanfaatkan rentang waktu tersebut secara intensif. Koordinasi linier ini diharapkan menghasilkan basis data presisi yang bebas dari ketimpangan, sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan pembudidaya perikanan di Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).